Tampilkan postingan dengan label Galeri photo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Galeri photo. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Februari 2020

Kenangan Bersama saat pendidikan calon hakim

Taufik Rahman



Berdasarkan AKP, definisi hakim ideal adalah:

“Hakim ideal adalah hakim yang adil, teguh, mampu mengendalikan diri, bijaksana dan berpengetahuan luas, berakhlak mulia, mampu menata dan mengelola proses kerja dan perlengkapannya, komunikatif, mampu memimpin dan dipimpin, serta menjalankan tugas-tugasnya secara optimal”

Definisi hakim ideal tersebut mencakup kompetensi umum dan kompetensi khusus yang harus dijabarkan dalam bentuk kurikulum pelatihan.  Kompetensi umum yang harus dimiliki seorang hakim untuk mencapai profil ideal tersebut adalah: Adil, Teguh, Pengendalian Diri, Bijaksana dan Berpengetahuan luas, Mulia, Memiliki kapasitas administrasi dan manajerial, Komunikatif, memiliki jiwa Kepemimpinan. Selain delapan kompetensi hakim yang bersifat umum, hakim juga harus memiliki kompentensi khusus atau kompetensi kerja (working competence) untuk dapat mengerjakan tugas-tugasnya sebagai hakim. Setiap kompetensi khusus merupakan perpaduan dari pengetahuan, kemampuan, keterampilan, kebiasaan, minat, sifat, dan motif tertentu.  Kompetensi umum dan khusus untuk membentuk hakim ideal selanjutnya menjadi landasan bagi Badan Litbang Diklat Kumdil MARI dalam penyusunan program diklat bagi aparatur.

Sebagai kelanjutan dari AKP, NLRP dan Badan Litbang Diklat Kumdil MARI sebagai bagian dari pelatihan dan pendidikan berkelanjutan (long-career learning process) mengembangkan suatu Program Pendidikan Calon Hakim (PPC) Terpadu, program intensif dengan durasi 2 (dua) tahun yang memadukan antara metode in-class training dan on-the job training yang akan meningkatan standar calon hakim dan mempersiapkan calon hakim untuk benar-benar siap menjalankan tugas sebagai seorang hakim.





Pembentukan kurikulum, silabus, satuan acara perkuliahan (SAP) dan modul pengajaran dilakukan secara partisipatif penuh dibawah pimpinan dan arahan Ketua Kelompok Kerja Pendidikan dan Pelatihan Yang Mulia DR. Mohammad Saleh, SH dan Koordinator SK 147/2009, Yang Mulia Hakim Agung Atja Sondjaja.  Dalam tahapan penyempurnaan rekomendasi kurikulum PPC Terpadu, Mahkamah Agung RI juga telah dibantu oleh 2 (dua) orang ahli pendidikan hakim yaitu Charlotte Keijzer (Long Term Expert) seorang Hakim dari Belanda yang ditugaskan oleh Konsili Yudisial Belanda dan Dr. Henriette Schatz (Short Term Expert).  Untuk selanjutnya, Program Pendidikan Cakim Terpadu telah ditetapkan dalam Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI Nomor : 169/KMA/SK/X/2010 tanggal 4 Oktober 2010 tentang Penetapan dan Pelaksanaan Program Pendidikan dan Pelatihan Calon Hakim Terpadu.


Taufik Rahman

Taufik Rahman
Program Pendidikan Calon Hakim Terpadu merupakan integritas dari kurikulum pembelajaran yang diberikan pada Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknis Peradilan Mahkamah Agung RI dan magang yang dilakukan masing-masing Pengadilan Tingkat Pertama. Hal itu tidak dapat dipisahkan karena untuk menghasilkan hakim muda yang baik dalam waktu cepat, metode yang paling efektif adalah belajar sambil melakukan (learning by doing).
Taufik Rahman

Taufik Rahman, S.H.I

Taufik Rahman, S.H.I.

Selasa, 07 Agustus 2018

Latihan dasar (Latsar) CPNS Cakim 2018

Latsar atau Prajabatan CPNS pada prinsipnya sama, yaitu mekanisme yang harus dilalui CPNS sebelum menjadi PNS. Ibarat sebuah pintu gerbang yang harus dilewati oleh para CPNS sebelum menjadi PNS atau ASN
Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (Latsar CPNS) adalah pendidikan dan pelatihan dalam Masa Prajabatan yang dilakukan secara terintegrasi untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggung jawab, dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang.


Pelatihan Dasar CPNS bertujuan untuk mengembangkan kompetensi CPNS yang dilakukan secara terintegrasi. Kompetensi diukur berdasarkan kemampuan menunjukkan sikap perilaku bela negara; mengaktualisasikan nilai-nilai dasar PNS dalam pelaksanaan tugas jabatannya; mengaktualisasikan kedudukan dan peran PNS dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia; dan menunjukkan penguasaan Kompetensi Teknis yang dibutuhkan sesuai dengan bidang tugas. Sementara terintegrasi berarti penyelenggaraan Pelatihan Dasar CPNS memadukan antara pelatihan klasikal dengan nonklasikal; dan Kompetensi Sosial Kultural dengan Kompetensi Bidang. 











Senin, 13 Februari 2012

Galeri Mesjid Jami' Ibrahim,Daha utara,Negara

Masjid Jami' Ibrahim terletak di Desa Sungai Mandala, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan. Masjid ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Nagara. Masjid ini kalau di lihat dari kejauhan seperti berada di sebuah pulau, karena lokasi sekitar Masjid merupakan pertemuan 2 aliran sungai. selain itu, di sekitar Masjid juga terdapat 2 buah jembatan modern dan 1 jembatang gantung. Jembatan-jembatan ini yang menghubungkan antar kampung sekitar Masjid.

Masjid ini menjadi tempat wisata religi bagi masyarakat sekitar dan juga masyarakat tetangga. adapun nama Masjid ini di ambil dari nama Habib Ibrahim Al-Habsy selaku pendiri Masjid Jami' Ibrahim.



Sejarah Masjid Jami' Ibrahim

Habib Ibrahim Al-Habsy  menyumbangan sebagian harta beliau untuk membangun sebuah Masjid. Selain sebagai tempat Sholat, masjid ini pun beliau gunakan untuk mengajarkan Ilmu Tasawuf, Al-Adzkar karya Imam Nawawi, Syarah Ibnu Qasim dan Mukhtashar Al-hadhramiyyah. Selama melaksanakan pembangunan masjid, banyak kejadian-kejadian aneh yang terjadi. salah satu nya adalah berpindah nya puncak masjid dari desa tambak bitin ke desa sungai mandala. desa tambak bitin sendiri berada di seberang sungai mandala.Berpindah nya puncak masjid tersebut di karena kan terjadi angin ribut selama 3 hari 3 malam, setelah itu pun puncak masjid di kembalikan lagi ke desa tambak bitin, namun ketika di kembalikan ketempatnya semula terjadi lagi angin ribut yang menerbangkan puncak mesjid tersebut dan kejadian tersebut berlangsung selama 3 kali. karena kejadian tersebut akhirnya Habib Ibrahim Al-habsy bersama masyarakat setempat sepakat untuk memindahkan pembanguan masjid di desa Sungai Mandala.
Untuk pembangunan Masjid Jami' Ibrahim sendiri memerlukan kayu besar dan tinggi, maka dari itu masyarakat pun bersama sama mencari kayu tersebut namun sekian lama mencari, kayu yang di perlukan belum juga di temukan. Akhirnya masyarakat melaporkan hal tersebut kepada Habib Ibrahim Al-Habsy, setelah mendapatkan laporan masyarakat tersebut akhirnya beliau melaksanakan sholat sunat 2 raka'at dan setelah beliau selesai melaksanakan sholat, Habib Ibrahim Al-Habsy memberitahukan kepada masyarakat bahwa besok hari pada jam 11 siang akan tiba empat kayu besar dan tinggi, masyarakat pun terheran-heran dengan apa yang di katakan Habib Ibrahim. dan memang benar apa yang dikatakan beliau pada keesokan harinya tepat jam 11 siang terlihat empat batang kayu yang besar dan tinggi hanyut mengapung di sungai mandala. selanjutnya untuk menaikkan kayu yang besar dan panjang tersebut tidak ada seorang pun yang sanggup, maka dengan di ikatkan tali oleh Habib Ibrahim dan dengan bertawakkal kepada ALLAH. kayu tersebut pun naik kedarat dengan tangan beliau sendiri. masyarakat pun semakin terheran-heran dengan kejadian tersebut.

Kejadian selanjut nya yang sangat mengherankan adalah ketika akan mendirikan tiang guru masjid yang besar dan panjang tersebut, beliau meminta agar di sediakan kayu gaharu atau cendana untuk di taburkan di perapian namun ketika itu tak seorangpun mempunyainya, kemudian beliau mengumpulkan sisa potongan kayu kayu kecil dan dimasukkan diperapian, subhanallah...dari perapian tersebut keluar bau harum kayu gaharu dan kemudian dengan tangan beliau sendiri membetulkan letak tiang mesjid tersebut.

Untuk membangun masjid tentu diperlukan biaya yang tidak sedikit, Habib Ibrahim Al-Habsy bersama masyarakat kemudian memohon sumbangan dari rumah kerumah. masyarakat yang tidak berpunya juga tetap di datangi oleh beliau dan dengan jujur mereka mengatakan bahwa mereka tidak punya uang, namun dengan tersenyum Habib Ibrahim Al-Habsy mengatakan bahwa uang nya ada di tempat itu, dan setelah di periksa tempat yang di tunjukkan oleh beliau ternyata di sana memang ada uang. masyarakat pun sangat keheranan dan uang tersebut langsung diserahkan semuanya untuk pembangunan masjid.

Demikianlah beberapa kejadian aneh yang terjadi selama pembangunan masjid yang di gunakan Habib Ibrahim Al-Habsy sebagai tempat penyebaran ajaran Agama Islam

Galeri Darul Amien TMI

Senandung Anak Sholeh
 
Pondok pesantren Darul Amien bermula dari beberapa tokoh ulama yang berkeinginan untukmendirikan sekolah agama. Tokoh-tokoh tersebut yang  dan pesantren ini diantaranya KH. Khairullah Djamhari(Negara), Ustadz Muhammad Ideris(Negara), beliau berdua ini lulusan dari Pesantren Darussalam  Martapura, Ustadz Syamlan marni (Madura) lulusan dari Pesantren Al-Amien Prenduan Jawa Timur dan Ustadz Salman yang sekarang menetap dan  mengajar di daerahKalimantan Timur.

Kata Darul Amien sendiri diambil dari nama pesantren lulusan para pendiri yaitu Pesantren Darussalam dan Al-Amien sehingga nama pesantren ini menjadi DARUL AMIEN yang berdiri sekitar tahun 1996/1997 terletak di Desa Teluk Labak kec. Daha utara, Kab. HSS, Kal-sel. Pesantren ini merupakan salah satu pesantren yang termuda dari sekian banyaknya pesantren yang ada di daerah Negara, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan.

Berdasarkan hasil observasi, pembelajaran fikih pada pondok pesantren ini dilangsungkan di serambi mesjid dengan menggunakan sumber dari kitab-kitab klasik. Meskipun demikian, dijumpai juga penerapan kurikulum nasional yang dilaksanakan ke dalam model pengajaran klasikal. Karena itu,  pondok pesantren DarulAmin Negara dapat diklasifikasikan sebagai pondok yang masih tetap mempertahankan tradisi pengajaran klasik, namun  juga beradaptasi dengan kurikulum negeri sebagai upaya pemenuhan tuntutan kebutuhan ijazah negeri bagi alumni-alumninya.

Kurikulum Pondokan dari jam 06.00-07.00 pengajian kitab yang dihadiri oleh santri, pembelajaran nonformal. Dilanjutkan secara formal, dari 07.00 –14.00. Selanjutnya kurikulum pemerintah ba’da zhuhur sampai jam 14.30. Kemudian dilanjutkan dengan kurikulum pondokan dari ba’da ashar  sampai azan magrib. Seluruh santri/santriwati wajib mengambil program pendidikan pondokan dan kurikulum pemerintah.

Pengasuh
KH. Khairullah Djamhari

PENDIDIKAN

Pendidikan Formal

  1. MI
  2. MTs
  3. MA

Lembaga Non Formal

  1. Tahfidzul Qur'an
  2. Madrasah Diniyah Salafiyah
  3. Majelis Taklim
  4. LKSA Panti Asuhan
  5. Ajar Dikdas 9 tahun Tk Wustha
  6. Kelompok Tani Darul Amien

BACA JUGA:  Susunan dan Tuntunan Lengkap Bacaan Tahlil dan Doa Arwah Beserta Faedahnya (Tanpa Iklan)

EKSTRAKURIKULER

  1. Tahfidzul Qur'an
  2. Qiraatil Qur'an
  3. Kajian Kitab Kuning
  4. Pramuka
  5. PMR
  6. Hadrah
  7. Pencak Silat
  8. Muhadarah
  9. Karya Ilmiah
  10. Kaligrafi
  11.  Komputer
  12. Paskibra
Syair Alfiyah Ibnu Malik






























sarang walit Darul Amien